Senin, 03 September 2012

Tanpa KACAMATA, Aku ZERO



Ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul enam pagi aku selalu gelabakan. Banyak yang aku cari dari sepatu,pena,buku dan kacamata. Menurutku itu sudah menjadi hal biasa dalam cerita pagiku. Datang ke sekolah selalu hampir telat, di omelin sama mama, diteriakin biar akunya tidak gelomat alias lelet bin lemot. Huhhh begitu susahnya untuk datang lebih awal dan tidak di omelin sama mama but it’s no problem for me^^. Waktu terus berjalan. Jarum jam sudah menunjukkan pukul tujuh kurang sepuluh pagi waktu indonesia bagian barat. Aku masih belum siap untuk berangkat kesekolah. Sibuk sendiri seperti orang yang sedang binggung mencari contekan ketika PR harus dikumpulkan.
Penaku sudah ada. Sepatuku sudah dipakai. Bukuku semuanya sudah tersusun rapi didalam tasku dan Kacamataku?. OMG, kemana kacamataku ! aku bergegas mencarinya. Berlari dari dapur keruang tamu kemudian kelantai atas menuju semua kamar dan berlabuh dihatimu alias didepan televisi(warning! Jangan GR). Huuhhh aku sedih. Semua tempat sudah aku telusuri tapi kau masih tak ku temukan.
Detik demi detik telah berlalu.
Menit demi menit sudah terlewati.
Sekarang jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.
Kau(kacamataku) masih tak ditemukan :(
Aku harus pergi ke sekolah walaupun kegalauan masih melandaku dan memutuskan tidak menggunakan kacamata untuk hari ini.
            Diperjalanan hiruk-pikuk kota Lubuklinggau begitu terasa. Kegalauan di hati ini masih terasa ketika teringat kemanakah kacamataku sekarang. Apa jadinya aku tanpamu !! Ooh kacamataku, kemanakah dirimu ? :(
            Kemana-kemana-kemana....
Ku harus mencari kemana....
            Kekasih tercinta,tak tahu dimana.....
            Lama tak pulang kerumah.....
            Dimana-dimana dimana (Lho kok jadi nyanyiin lagu ayu ting-ting ?????)
            Kamu tahu kacamataku, begitu sulit mata ini untuk melihat dari kejauhan, menikmati hiruk-pikuk diperjalanan sangat tidak nikmat, polusi udara yang begitu menganggu dan orang-orang dijalan yang tidak aku kenal beserta bayangannya. Kemudian telah terlihat dari kejauhan sekolahku begitu indah walaupun penglihatan ini kabur seperti tertutup oleh kabut sekolahku tetap bagus nan indah. Bahkan lebih indah dari pemandangan jalan yang ku lihat.
            Tanpa disadari pintu gerbang yang biasanya masih terbuka lebar,telah ditutup hingga gerbang itu tidak lebar lagi alias nyaris di tutup. Aku bergegas turun dari mobil dan berlari terbirit-birit tanpa aku pandang lagi wajah teman-temanku yang belaga galo tu(bahaso Linggau jokk). Aku terus berlari sampai akhirnya aku bertemu pujaan hatiku alias  tumpukan tas yang banyak bagaikan gunung(hmm itu mah bukan pujaan hati tapi …). Kutaruhlah tasku disana lalu bergegaslah aku bergabung kebarisan teman-temanku untuk mengikuti upacara.
            Upacara telah berlalu kini jam pelajaran akan segera di mulai. Pak Sutarja, seorang guru Bimbingan Konseling yang selalu tepat waktu dan tidak pernah telat maupun absen dalam kegiatan belajar-mengajar setiap hari senin-pun masuk ke kelas. Huuhh, bapak apakah anda tidak capek,panas-panas habis upacara”kataku dari dalam hati. “Inilah tanggung jawab seorang guru nak”sahutnya dari bayanganku dengan bijak.huuhh menyeramkan(tapikan ini bukan horror!)
            Wajah pak Sutarja yang begitu kasep,berkumis dan hitam manis-pun tak terlihat jelas dimataku. Beliau menjelaskan tentang Jurusan yang bagus agar kami bisa menentukan jurusan dengan kemampuan kami melalui media infocus atau proyector tapi, aku tak dapat melihatnya hanya bayangannya saja. A seperti Q, W seperti M, B seperti R. OoOoOohh Bagaimana ini ? Lagi-lagi aku harus merepotkan teman sebangku Omes. Begitu juga dengan pelajaran yang lainnya pada hari itu aku merepotkannya. Terutama pelajaran Matematika selain deg-degan dan was-was takut dipanggil maju kedepan, saat pelajaran tersebut aku paling merepotkannya.
            Waktunya untuk pulang sekolah-pun tiba. Aku belum pulang kerumah karena masih banyak hal yang harus aku selesaikan di oraganisasi(asiiikk,Calon WANITA karir. Amin ya ALLAH) walaupun pekerjaan itu tidak selesai-selesai alias masih ngandet karena kebanyakan cekakak-cekikiknya yang penting seru. Sore-pun menjemput,kami pulang kerumah masing-masing. Sesampai dirumah hal yang pertama yang aku lakukan mencari kacamataku. Kutelusuri rumahku dari lantai bawah ke lantai atas lalu kelantai bawah lagi kemudian ke lantai atas lagi tapi, masih tak ditemukan. Ahah aku punya ide buat bilang sama papa beliin kacamata baru tapi, itu imposible. Pasti mama grumle(iuhh atuuutTt). Akhirnya aku memutuskan untuk mencari kacamataku di kolong-kolong rumahku. Ini dia ! kutemukan dirimu dibawah kolong meja belajarku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar