Senin, 03 September 2012

Separuh NafasKU



            Wajah yang tampak indah. Rambut terurai panjang begitu berantakan. Cermin-pun dengan senang hati melihatku setiap hari berada di depannya. Aku siapkan sebuah kain berdasar paris beserta dalaman jilbab model arab. Aku memakainya. Begitu cantik nun indahnya dengan jilbab yang disilang di atas bahu, transparan dan sanggul yang begitu besar melekat dikepalaku. Kulihat pakaianku yang sudah cukup rapi beserta perlengkapan mos. Lalu senyum manis yang aku lihat di cermin dengan percaya diri aku siap pergi kesekolah baru. Dengan penampilan baru, bertemu teman-teman baru,senior yang baik maupun yang menyebalkan dan suasana yang baru. Keluarlah aku dari pintu rumahku dengan seragam putih abu-abu.
 
            Today is the first I’m were fail,,

            Today is the first I’m meet new friends and new condition,,,

            Dingin diwaktu subuh membuat jantungku dag-dig-dug. Aku turun dari mobil dan bertemu dengan senior yang gendut, imut alias itam mutung(bercanda^_^ itam manis donk ), jika dilihat dari rupanya sepertinya dia sangar but it’s so wrong dia baik banget. Masuklah aku ke gerbang sekolah. Disanalah penderitaan mulai terjadi. Aku beserta teman-temanku yang lain harus berjalan jongkok dengan kecepatan super dari depan gerbang sampai kehalaman atau lapangan sekolah yang paling ujung. Dan yang parahnya lagi kita disuruh sambil menggunakan empeng baby dimulut. Apa yang terjadi ? rumbai-rumbaiku, handrokku terinjak-injak dan diriku harus beberapa kali tersungkur. Tidak hanya itu kami juga disuruh berdiri sampai jam delapan pagi tanpa bergerak sedikit-pun.
 

            
             Walaupun pegel-pegel karena sudah berdiri sampai kurang lebih dua jam ada hal menarik yang baru aku temukan dalam hidup ini. Melihat senior-senior cewek yang menggunakan jilbab dengan gaya jadul, norak, tua,  pokoknya tidak modern banget deh. Dengan jilbab panjang menutupi dada, tidak transparan, dalaman pet atau topi dan sanggulnya yang tidak sebesar aku atau ala kadarnya saja, dengan percaya diri mereka mengenakannya. Aku heran apakah mereka tidaak malu dengan gaya jilbab yang seperti itu?.
            
            Bel-pun berbunyi. Waktu yang seharusnya digunakan untuk istirahat tapi kami disuruh untuk mengantri untuk mendapatkan perlengkapan sekolah dari kaos kaki,sepatu sampai jilbabnya. “Ooh aku baru sadar ternyata mereka bergaya dengan jilbab seperti itu adalah ketentuan dari sekolah toh. hmm,wajar sajalah mereka mau menggunakannya”bisikku dari dalam hati.Masa pramos telah berakhir. Kini sudah satu minggu aku berada disini. Saatnya memilih organisasi dan extrakulikuler yang diminati. Aku memilih Rohis(rohani islam) dan basket. Alasannya kalau rohis aku ingin belajar lebih banyak tentang islam dan basket itu karena aku suka main basket di smp dulu walaupun tidak terlalu pandai memainkannya. 


Ekskul basket sore ini sudah dimulai untuk tahun ajaran baru. Aku harus datang. Sesampai disana begitu mengagetkan ketika aku melihat senior yang cewek atau sebutan untuk mereka adalah mbak. Itu istilah baru lagi karena dari sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama atau smp aku tidak pernah bertemu dengan senior yang menyuruh memanggil dengan sebutan mbak tapi kakak, ayuk bahkan ada yang menyuruh panggillah dia dengan namanya saja. Mbak-mbaknya memakai jilbab yang aku bilang tidak modern banget. Sepulang dari rumah aku berpikir. Mengapa mereka menggunakan jilbab seperti itu padahal masih banyak kok jilbab yang lebih keren di zaman sekarang. Kira-kira mereka tidak malu bakal di bilang tua atau tidak modis dan tidak mengikuti zaman. Aku harus cari tahu.

Keesokan harinya yang kebetulan hari jum’at. Hari yang dijadwalkan untuk organisasi rohis mengadakan mentoring rutin bagi yang akhwat alias untuk yang cewek. Disinilah aku sedikit demi sedikit yang akhirnya nanti akan menjadi sebuah lautan ilmu sudah mengetahui hal-hal yang dulunya tidak pernah aku dengar tentang agamaku termasuk soal jilbab.

Kata murobbiku Hakikat jilbab adalah hijab lahir batin, hijab matamu dari memandang lelaki yang bukan mahrammu. Hijab lidahmu dari ghubah atau gosib dan kesia-siaan, usahakan selalu berdzikir kepada  Allah Swt. Hijab telingamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untukmu maupun masyarakat. Hijab hidungmu dari mencium segala yang berbau tak senonoh. Hijab kakimu dari melangkah menuju maksiat. Hijab pikiranmu dari berpikir yang mengundang setan untuk memperdayai nafsumu. Hijab hatimu dari sesuatu selain Allah swt. Bila kita sudah bisa maka jilbab yang kita pakai akan menyinari hatimu. Jadi adek-adek mbak, didalam al-qur’an saja sudah jelas bahwa berjilbab itu hendaklah sampai kedada atau menutupi dada,tidak transparan dan tidak tabaruj atau berlebihan dalam berhias seperti orang-orang jahiliyah.

Adek-adek mbak yang insya allah dirahmati Allah. Itulah  yang dinamakan hakikat berjilbab. Semenjak itu aku bepikir bahwa jilbab yang aku anggap dulu tidak modern itu sekarang sudah melekat dikepalaku. Dia ikut denganku kemana-pun aku pergi. Aku sadar inilah yang dinamakan jilbab sesungguhnya. Dan semenjak itu pula aku juga berusaha memakai jilbab sesuai dengan perintah Allah atau dengan cara yang benar bukan hanya menuruti,ikut-ikutan memakai jilbab seperti zaman sekarang, Na’udzubillahiminzdalik.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar