Wajah yang tampak indah. Rambut
terurai panjang begitu berantakan. Cermin-pun dengan senang hati melihatku
setiap hari berada di depannya. Aku siapkan sebuah kain berdasar paris beserta
dalaman jilbab model arab. Aku memakainya. Begitu cantik nun indahnya dengan
jilbab yang disilang di atas bahu, transparan dan sanggul yang begitu besar
melekat dikepalaku. Kulihat pakaianku yang sudah cukup rapi beserta
perlengkapan mos. Lalu senyum manis yang aku lihat di cermin dengan percaya
diri aku siap pergi kesekolah baru. Dengan penampilan baru, bertemu teman-teman
baru,senior yang baik maupun yang menyebalkan dan suasana yang baru. Keluarlah
aku dari pintu rumahku dengan seragam putih abu-abu.
Today
is the first I’m were fail,,
Today is the first I’m meet new
friends and new condition,,,
Dingin diwaktu subuh membuat
jantungku dag-dig-dug. Aku turun dari mobil dan bertemu dengan senior yang
gendut, imut alias itam mutung(bercanda^_^ itam manis donk ), jika dilihat dari rupanya sepertinya dia sangar but it’s so
wrong dia baik banget. Masuklah aku ke gerbang sekolah. Disanalah penderitaan
mulai terjadi. Aku beserta teman-temanku yang lain harus berjalan jongkok
dengan kecepatan super dari depan gerbang sampai kehalaman atau lapangan
sekolah yang paling ujung. Dan yang parahnya lagi kita disuruh sambil
menggunakan empeng baby dimulut. Apa yang terjadi ? rumbai-rumbaiku, handrokku
terinjak-injak dan diriku harus beberapa kali tersungkur. Tidak hanya itu kami
juga disuruh berdiri sampai jam delapan pagi tanpa bergerak sedikit-pun.
Walaupun
pegel-pegel karena sudah berdiri sampai kurang lebih dua jam ada hal menarik
yang baru aku temukan dalam hidup ini. Melihat senior-senior cewek yang
menggunakan jilbab dengan gaya jadul, norak, tua, pokoknya tidak modern banget deh. Dengan
jilbab panjang menutupi dada, tidak transparan, dalaman pet atau topi dan
sanggulnya yang tidak sebesar aku atau ala kadarnya saja, dengan percaya diri
mereka mengenakannya. Aku heran apakah mereka tidaak malu dengan gaya jilbab
yang seperti itu?.
Bel-pun berbunyi. Waktu yang
seharusnya digunakan untuk istirahat tapi kami disuruh untuk mengantri untuk
mendapatkan perlengkapan sekolah dari kaos kaki,sepatu sampai jilbabnya. “Ooh
aku baru sadar ternyata mereka bergaya dengan jilbab seperti itu adalah
ketentuan dari sekolah toh. hmm,wajar sajalah mereka mau menggunakannya”bisikku
dari dalam hati.Masa pramos telah berakhir. Kini sudah satu minggu aku berada
disini. Saatnya memilih organisasi dan extrakulikuler yang diminati. Aku
memilih Rohis(rohani islam) dan basket. Alasannya kalau rohis aku ingin belajar
lebih banyak tentang islam dan basket itu karena aku suka main basket di smp
dulu walaupun tidak terlalu pandai memainkannya.
Ekskul basket sore ini sudah dimulai untuk tahun ajaran baru. Aku
harus datang. Sesampai disana begitu mengagetkan ketika aku melihat senior yang
cewek atau sebutan untuk mereka adalah mbak. Itu istilah baru lagi karena dari
sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama atau smp aku tidak pernah bertemu
dengan senior yang menyuruh memanggil dengan sebutan mbak tapi kakak, ayuk
bahkan ada yang menyuruh panggillah dia dengan namanya saja. Mbak-mbaknya
memakai jilbab yang aku bilang tidak modern banget. Sepulang dari rumah aku
berpikir. Mengapa mereka menggunakan jilbab seperti itu padahal masih banyak
kok jilbab yang lebih keren di zaman sekarang. Kira-kira mereka tidak malu
bakal di bilang tua atau tidak modis dan tidak mengikuti zaman. Aku harus cari
tahu.
Keesokan harinya yang kebetulan hari jum’at. Hari yang dijadwalkan
untuk organisasi rohis mengadakan mentoring rutin bagi yang akhwat alias untuk
yang cewek. Disinilah aku sedikit demi sedikit yang akhirnya nanti akan menjadi
sebuah lautan ilmu sudah mengetahui hal-hal yang dulunya tidak pernah aku
dengar tentang agamaku termasuk soal jilbab.
Kata murobbiku Hakikat jilbab adalah hijab lahir batin, hijab
matamu dari memandang lelaki yang bukan mahrammu. Hijab lidahmu dari ghubah
atau gosib dan kesia-siaan, usahakan selalu berdzikir kepada Allah Swt. Hijab telingamu dari mendengar
perkara yang mengundang mudharat baik untukmu maupun masyarakat. Hijab hidungmu
dari mencium segala yang berbau tak senonoh. Hijab kakimu dari melangkah menuju
maksiat. Hijab pikiranmu dari berpikir yang mengundang setan untuk memperdayai
nafsumu. Hijab hatimu dari sesuatu selain Allah swt. Bila kita sudah bisa maka
jilbab yang kita pakai akan menyinari hatimu. Jadi adek-adek mbak, didalam al-qur’an
saja sudah jelas bahwa berjilbab itu hendaklah sampai kedada atau menutupi
dada,tidak transparan dan tidak tabaruj atau berlebihan dalam berhias seperti
orang-orang jahiliyah.
Adek-adek mbak yang insya allah dirahmati Allah. Itulah yang dinamakan hakikat berjilbab. Semenjak itu
aku bepikir bahwa jilbab yang aku anggap dulu tidak modern itu sekarang sudah
melekat dikepalaku. Dia ikut denganku kemana-pun aku pergi. Aku sadar inilah
yang dinamakan jilbab sesungguhnya. Dan semenjak itu pula aku juga berusaha
memakai jilbab sesuai dengan perintah Allah atau dengan cara yang benar bukan
hanya menuruti,ikut-ikutan memakai jilbab seperti zaman sekarang,
Na’udzubillahiminzdalik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar